JAKARTA, 7 Mei 2026 – Institut Agama Islam (IAI) Al-Aqidah Al-Hasyimiyyah Jakarta mendalami lembaran sejarah emas melalui mata kuliah Sejarah Peradaban Islam (SPI). Dalam pertemuan perkuliahan ini, perkuliahan berfokus pada tema “Islam di Andalusia”, sebuah periode yang menjadi tonggak penting bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan kebudayaan dunia.
Perkuliahan ini diampu oleh dosen pengampu, Hipzon, S.Kom.I., M.Hum. Dalam paparannya, beliau menyajikan mengenai bagaimana Islam masuk dan berkembang pesat di Semenanjung Iberia selama hampir delapan abad. Materi tidak hanya membahas aspek penaklukan militer, tetapi lebih menekankan pada transformasi sosial, toleransi beragama dalam konsep Convivencia, serta kemajuan sains dan arsitektur yang menjadi cikal bakal kebangkitan Eropa (Renaissance).
Perkuliahan berlangsung interaktif dengan beragam catatan dari para mahasiswa. Wilda Aprilia, “awal kedatangan Islam di andalusia terjadi di masa pemerintahan khalifah al-walid bin abdul malik dari dinasti umayyah. Sebelum Islam datang, andalusia dikuasai oleh kerajaan visigoth yang menganut agama kristen”. Laras Febriyanti, “Islam masuk ke Andalusia pada awal abad ke-8 Masehi pada masa Dinasti Umayyah di bawah Khalifah al-Walid bin Abdul Malik. Sebelum Islam datang, wilayah tersebut dikuasai Kerajaan Visigoth yang dipimpin Raja Roderick. Pemerintahannya yang tidak adil membuat masyarakat tidak puas dan kondisi wilayah menjadi semakin tidak stabil. Keadaan ini mempermudah penyebaran Islam di Andalusia”. Asri Dayanti, “awal kedatangan Islam di Andalusia terjadi pada abad ke 8M, yang bertepatan pada masa Al-walid bin abdul Malik, dan berpusat di Damaskus. Sebelum Islam datang Andalusia dikuasai oleh Kerajaan Visigoth yang beragama Kristen, pemerintah yang dilakukan kerjaan ini dianggap sewenang-wenang, seperti terbaginya kelas sosial, dan umat Yahudi yang mengalami tekanan agama, sehingga memicu kondisi wilayah menjadi tidak stabil”.
Kegiatan perkuiahan ini sejalan dengan visi IAI Al-Aqidah Al-Hasyimiyyah untuk melahirkan sarjana yang memiliki wawasan sejarah yang luas dan mampu berpikir kritis dalam menjawab tantangan zaman.
~Hipzon Putra Azma.