JAKARTA, 15 Juli 2026 – Senat Institut Agama Islam (IAI) Al-Aqidah Al-Hasyimiyyah Jakarta menggelar rapat pada hari ini, Rabu (15/7). Rapat yang dipimpin langsung oleh jajaran unsur pimpinan menetapkan sejumlah keputusan krusial terkait penyegaran kepemimpinan di tingkat program studi dan kepala lembaga.

Langkah penyegaran struktural ini diambil sebagai bagian dari komitmen institusi dalam melakukan akselerasi mutu akademik serta optimalisasi tata kelola kampus menyambut tahun akademik baru.

Berdasarkan hasil musyawarah dan pertimbangan matang dalam Rapat Senat, ditetapkan tiga pejabat struktural baru yang akan mengemban amanah pada periode 2026–2030:

Senat secara resmi menetapkan Bapak Dr. Syafruddin,M.Pd sebagai Ketua Program Studi (Kaprodi) Magister PAI yang baru. Kehadiran beliau diharapkan mampu membawa program pascasarjana unggulan yang sarat nilai historis ini ke arah pengembangan kurikulum yang lebih adaptif, khususnya dalam penguatan mutu riset dan implementasi metode pembelajaran jarak jauh.

Untuk memperkuat lini Fakultas Syariah, Senat menetapkan Ibu Dr. Pipin Yosepin,M.Sos sebagai Ketua Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES). Beliau diyakini dapat mendongkrak prestasi prodi serta memperluas jejaring kemitraan dengan berbagai lembaga dan praktisi hukum syariah.

Dalam menunjang transformasi prasarana digital, Senat menetapkan Ibu Rohmi Hastuti,M.Si sebagai Kepala Perpustakaan IAI Al-Aqidah Al-Hasyimiyyah Jakarta. Tugas besar telah menanti beliau untuk memimpin modernisasi sistem literasi kampus, khususnya dalam pengembangan Perpustakaan Digital dan tata kelola arsip perbukuan instansi.

Setelah penetapan legalitas dalam Rapat Senat hari ini, ketiga pejabat struktural baru tersebut dijadwalkan akan mengikuti prosesi pelantikan dan pengukuhan resmi yang akan digelar pada Sabtu, 25 Juli 2026 mendatang di auditorium kampus.

Rektor IAI Al-Aqidah Al-Hasyimiyyah Jakarta menyambut baik hasil keputusan senat ini. Beliau menyampaikan bahwa kombinasi pejabat baru ini memikul tanggung jawab besar untuk membawa nama besar kampus “naik kelas” melalui inovasi kerja nyata di unit masing-masing. Pihak institut optimis bahwa dengan struktur yang baru ini, tata kelola perguruan tinggi yang transparan, profesional, dan kompetitif akan semakin cepat terwujud.