
IAI Al-Aqidah Al-Hasyimiyah terus mendorong penguatan tradisi akademik berbasis riset melalui perkuliahan mata kuliah Studi Lektur Nusantara. Perkuliahan tersebut difokuskan pada penelitian naskah klasik karya ulama Nusantara berbahasa Jawa, Sunda, dan Melayu sebagai upaya membangun budaya akademik yang kritis, anti plagiasi, serta bertanggung jawab dalam penggunaan kecerdasan buatan (AI).
Dalam perkuliahan itu, mahasiswa melakukan pembacaan, kajian, dan penulisan artikel ilmiah secara kolektif terhadap sejumlah karya ulama Nusantara, di antaranya Sekar Kedaton fi Ta’nisi Ahlil Wathan karya KH. M. Solih al Hajawi, Mitra Sejati dan Washoya al-Aba’ lil Abna’ karya KH. Bisyri Musthofa, Kitab al-Akhlaq dan Lenyepaneun karya KH. R. Abdullah bin Nuh, serta Adabul Insan karya Habib Utsman Betawi.
Dosen pengampu mata kuliah, Dr. Anas Shafwan Khalid, M.A.Hk., menjelaskan bahwa perkuliahan ini dirancang untuk menghadirkan kembali tradisi riset atas manuskrip klasik ulama Nusantara yang selama ini kurang mendapat perhatian di kalangan akademik.
Menurutnya, karya-karya tersebut tidak hanya memiliki nilai historis, tetapi juga merekam respons ulama Nusantara terhadap berbagai dinamika sosial terkait hukum, pendidikan, dan dakwah pada zamannya.
“Target utama perkuliahan ini adalah membangun tradisi riset atas naskah klasik karya ulama Nusantara dalam merespons dinamika sosial, terutama terkait hukum, pendidikan, dan dakwah. Selain itu, karena riset dan penulisan artikel dilakukan secara kolektif di dalam kelas, kegiatan ini juga menjadi upaya membangun budaya akademik yang anti plagiasi serta mendorong penggunaan AI secara bertanggung jawab,” ujar Dr. Anas.
Ia menambahkan, pendekatan kolaboratif dalam riset membuat mahasiswa tidak hanya belajar memahami teks klasik, tetapi juga dilatih untuk mengembangkan kemampuan analisis, penelusuran sumber primer, serta etika akademik di tengah perkembangan teknologi digital.
Melalui perkuliahan ini, IAI Al-Aqidah Al-Hasyimiyah berharap tradisi intelektual ulama Nusantara dapat terus hidup dan menjadi fondasi pengembangan budaya akademik yang jujur, kritis, dan bertanggung jawab di era AI.
~Admin.