IAI Al-Aqidah Al-Hasyimiyyah Jakarta Gelar Ujian Skripsi Gelombang I

JAKARTA, 13 Mei 2026 – Institut Agama Islam (IAI) Al-Aqidah Al-Hasyimiyyah Jakarta resmi memulai rangkaian ujian munaqasah skripsi gelombang pertama pada hari ini. Pelaksanaan ujian ini menjadi tahapan krusial bagi mahasiswa tingkat akhir dalam mempetanggungjawabkan hasil riset ilmiah di hadapan dewan penguji. Acara dibuka dengan pengarahan langsung dari Rektor IAI Al-Aqidah Al-Hasyimiyyah Jakarta, Dr. TGH. Muslihan Habib, S.S., M.A. Dalam arahannya, beliau memberikan beberapa poin penekanan penting bagi para peserta ujian: Rektor menginstruksikan kepada seluruh mahasiswa yang telah dinyatakan lulus ujian untuk segera melakukan perbaikan atau revisi sesuai catatan dewan penguji. Kecepatan revisi menjadi kunci agar proses administrasi kelulusan dan yudisium pada bulan Juni mendatang tidak mengalami kendala. “Jangan menunda revisi. Segera selesaikan selagi masukan dari penguji masih segar dalam ingatan agar target lulus tepat waktu tercapai,” tegas beliau. Dalam upaya meningkatkan kualitas literasi kampus, Rektor menetapkan kebijakan terkait output karya ilmiah. Setiap skripsi mahasiswa diarahkan untuk disusun dalam format “semi-buku”. Karya-karya tersebut nantinya akan diunggah dan disimpan dalam Perpustakaan Digital kampus. Dengan format semi-buku yang tersimpan di perpustakaan digital, karya kalian akan menjadi rujukan bagi mahasiswa lain serta berkontribusi pada khazanah keilmuan Islam secara lebih luas,” ujar Dr. Muslihan. Pelaksanaan gelombang pertama ini juga dimaksudkan sebagai stimulus bagi mahasiswa lain yang masih dalam proses penyusunan. Rektor berharap keberhasilan para peserta ujian hari ini dapat memotivasi rekan-rekannya untuk segera menuntaskan tugas akhir. Beliau menekankan bahwa konsistensi dan komunikasi intensif dengan dosen pembimbing adalah kunci keberhasilan melewati fase munaqasah ini. Kegiatan ujian skripsi hari ini berlangsung khidmat dengan tetap mengedepankan objektivitas penilaian akademik. Dengan dimulainya gelombang pertama ini, IAI Al-Aqidah Al-Hasyimiyyah Jakarta optimis dapat melahirkan lulusan-lulusan baru yang berkompeten dan siap memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. ~Hipzon Putra Azma.
Pemberitahuan Kegiatan Akademik & Operasional Jum’at dan Sabtu

Assalamua’alaikum Wr Wb. Tahmid dan syukur kepada Allah SWT dan teriring do’a, semoga kita tetap sehat wal ‘afiat, dalam menjalankan aktifitas kita sehari-hari. Aamiin Diberitahukan kepada segenap Pimpinan, Dosen, Karyawan, dan Mahasiswa/i Institut Agama Islam Al-Aqidah Al-Hasyimiyyah Jakarta, sehubungan dengan adanya Hari Libur Nasional dalam rangka Kenaikan Isa Al-Masih yang jatuh pada hari Kamis, 14 Mei 2026, maka bersama surat ini kami sampaikan sebagai berikut: Hari Jum’at & Sabtu, 15 – 16 Mei 2026: Seluruh kegiatan perkuliahan, pelayanan administrasi, dan operasional kampus TETAP BERJALAN NORMAL (MASUK SEPERTI BIASA) sesuai jadwal masing-masing. Demikian surat pemberitahuan ini, atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terimakasih. Wassalamu’alaikum Wr Wb.
IAI Al-Aqidah Al-Hasyimiyah Dorong Riset Naskah Klasik Anti Plagiasi di Era AI

IAI Al-Aqidah Al-Hasyimiyah terus mendorong penguatan tradisi akademik berbasis riset melalui perkuliahan mata kuliah Studi Lektur Nusantara. Perkuliahan tersebut difokuskan pada penelitian naskah klasik karya ulama Nusantara berbahasa Jawa, Sunda, dan Melayu sebagai upaya membangun budaya akademik yang kritis, anti plagiasi, serta bertanggung jawab dalam penggunaan kecerdasan buatan (AI). Dalam perkuliahan itu, mahasiswa melakukan pembacaan, kajian, dan penulisan artikel ilmiah secara kolektif terhadap sejumlah karya ulama Nusantara, di antaranya Sekar Kedaton fi Ta’nisi Ahlil Wathan karya KH. M. Solih al Hajawi, Mitra Sejati dan Washoya al-Aba’ lil Abna’ karya KH. Bisyri Musthofa, Kitab al-Akhlaq dan Lenyepaneun karya KH. R. Abdullah bin Nuh, serta Adabul Insan karya Habib Utsman Betawi. Dosen pengampu mata kuliah, Dr. Anas Shafwan Khalid, M.A.Hk., menjelaskan bahwa perkuliahan ini dirancang untuk menghadirkan kembali tradisi riset atas manuskrip klasik ulama Nusantara yang selama ini kurang mendapat perhatian di kalangan akademik. Menurutnya, karya-karya tersebut tidak hanya memiliki nilai historis, tetapi juga merekam respons ulama Nusantara terhadap berbagai dinamika sosial terkait hukum, pendidikan, dan dakwah pada zamannya. “Target utama perkuliahan ini adalah membangun tradisi riset atas naskah klasik karya ulama Nusantara dalam merespons dinamika sosial, terutama terkait hukum, pendidikan, dan dakwah. Selain itu, karena riset dan penulisan artikel dilakukan secara kolektif di dalam kelas, kegiatan ini juga menjadi upaya membangun budaya akademik yang anti plagiasi serta mendorong penggunaan AI secara bertanggung jawab,” ujar Dr. Anas. Ia menambahkan, pendekatan kolaboratif dalam riset membuat mahasiswa tidak hanya belajar memahami teks klasik, tetapi juga dilatih untuk mengembangkan kemampuan analisis, penelusuran sumber primer, serta etika akademik di tengah perkembangan teknologi digital. Melalui perkuliahan ini, IAI Al-Aqidah Al-Hasyimiyah berharap tradisi intelektual ulama Nusantara dapat terus hidup dan menjadi fondasi pengembangan budaya akademik yang jujur, kritis, dan bertanggung jawab di era AI. ~Admin.